Kogelahar News New 2

Apa artinya huruf dan nomor (Suffix) yang ada di belakang nomor bearing saya?

Apa artinya huruf dan nomor (Suffix) yang ada di belakang nomor bearing saya?

Apa artinya huruf dan nomor (Suffix) yang ada di belakang nomor bearing saya?

Bearing SKF
Suffix

Figure 1. Bearing SKF dengan penomoran 22318 EK/C3 (kiri) dan
Suffix adalah bagian belakang penomoran bearing yang memiliki campuran huruf dan nomor (Warna kuning) (kanan)

Sebelumnya kami telah membahas arti dari penomoran bearing anda, namun tentunya masih ada huruf dan nomor lainnya yang datang setelah penomoran bearing tersebut yang lebih dikenal sebagai suffix.

Suffix

Figure 2. Suffix adalah bagian belakang penomoran bearing yang memiliki campuran huruf dan nomor (Warna kuning)

Suffix bearing menggambarkan beberapa desain ataupun material yang berbeda dari bearing yang tidak memiliki suffix:

1. Internal design

Internal design bearing

Untuk ball bearing, sering ditemukan seperti:
    • A/AA/C/D: Desain yang telah dimodifikasi
    • E: Set bola yang diperkuat

Untuk spherical roller bearing, sering ditemukan seperti:
    • CC(J)/CJ: Cincin dalam tidak memiliki flange, guide ring terpusat di cincin dalam, dan 2 sangkar baja yang distamped.
    • E: Desain internal yang dioptimalkan untuk meningkatan daya beban topang bearing.

2. External design

6308-2RSH
6308-2Z

6308-2RSH:
Contact Seal, NBR, di kedua sisi bearing

6308-2Z:
Seal Baja, di kedua sisi bearing

Untuk ball bearing, sering ditemukan seperti:
    • -RSH/-2RSH: Contact seal dengan material NBR (Karet) di satu/kedua sisi bearing.
    • -Z/-2Z: Seal dengan material baja di satu/kedua sisi bearing


Untuk spherical roller bearing, sering ditemukan seperti:
    • K: Tapered bore (tirus), harus dipasang dengan adapter sleeve
    • -RS/-2RS: Contact seal dengan material NBR (Karet) di satu/kedua sisi bearing.

3. Cage design

SKF Bearing 2211 ETN9
SKF Bearing 7310 BECBM

2211 ETN9:
– TN9: Glass fibre reinforced PA66 cage,
rolling element centred

7310 BECBM:
– CB: Normal axial internal clearance
– M: Machined brass cage, rolling element centred

Untuk ball bearing, sering ditemukan seperti:
    • M: Sangkar kuningan, berpusat pada mimis
    • -TN9: Sangkar polymide 66 yang diperkuat oleh glass-fiber


Untuk spherical roller bearing, sering ditemukan seperti:
    • J: Sangkar baja, berpusat pada cincin dalam
    • JA: Sangkar baja, berpusat pada cincin luar
    • -MA: Sangkar kuningan, berpusat pada cincin luar

4. Accuracy, Clearance, Preload

Lubrication

Initial internal clearance and operating clearance

Yang sering ditemukan adalah radial clearance bearing yang terdiri dari:

    • C1: radial clearance lebih kecil dari radial clearance C2
    • C2: radial clearance lebih kecil dari radial clearance normal
    • C3: radial clearance lebih besar dari radial clearance normal
    • C4: radial clearance lebih besar dari radial clearance C3
    • C5: radial clearance lebih besar dari radial clearance C4

Pada umumnya radial clearance C3, C4, maupun C5 dipakai untuk aplikasi dengan putaran kecepatan yang tinggi ataupun di lingkungan yang sangat panas untuk mengantisipasi pembesaran as.

5. Lubrication

lubrication

Untuk ball bearing, sering ditemukan seperti:
    • MT33: Diisi dengan multi-purpose grease dengan tipe oli Mineral dan thickener Lithium Soap
    • GJN: Diisi dengan multi-purpose grease dengan tipe oli Mineral dan thickener Polyurea
    • HT: Diisi dengan grease polyurea temperatur luas untuk aplikasi fan yang temperatur tinggi

Untuk spherical roller bearing, sering ditemukan seperti:
    • W33: Cincin luar memiliki alur lubrikasi dan tiga titik lubang lubrikasi
    • VT143: Diisi dengan grease SKF LGEP 2 sebanyak 25-45%

6. Variant untuk aplikasi khusus

Bearing SKF VP311
Bearing VA405

Bearing VP311

Deep grove ball bearings
– Food & Beverage Application

Bearing VA405

Spherical roller bearings
– Vibratory Application

Untuk ball bearing, sering ditemukan seperti:
    • VP311: Contact seal dan lubrikasi yang aman untuk aplikasi food & beverage.

Untuk spherical roller bearing, sering ditemukan seperti:
    • VA405: khusus untuk aplikasi vibratory seperti vibrating screen.
    • VA9A1: khusus untuk industri kelapa sawit aplikasi putaran rendah

Nomor bearing

Mari kita praktekan langsung pengetahuan kita dan mengupas kupas dua contoh bearing yang ada di
gambar Figure 1:

1. Bearing 6201-2RSH
    Basic bearing designation: 6201 = Ball Bearing
    Suffix: 2RSH = Contact seal dengan material NBR (Karet) di kedua sisi bearing.

2. Bearing 22318 EK/C3
    Basic bearing designation: 22318 = Roller Bearing
    Suffixnya dalah EK/C3:
        • E = Desain internal yang dioptimalkan untuk meningkatan daya beban topang bearing
        • K = Tapered bore (tirus), harus dipasang dengan adapter sleeve
        • /C3 = Radial clearance lebih dari normal, untuk aplikasi putaran cepat.

PT. KOGELAHAR INDONUSA, selaku Distributor Resmi SKF dan SKF Certified Maintenance Partner 4.0, siap membantu anda untuk meningkatkan effisiensi pabrik dengan berbagai solusi SKF.

Hubungi kami sekarang juga untuk informasi lebih lanjut mengenai Produk SKF lainnya  di :

– Office : (061) 6620616/7                      – Email : [email protected]
– WhatsApp Only : 085261124557       – Website : www.kogelahar.com

Our Company

Our Company

KI
PT. Kogelahar Indonusa

Jl. G. Krakatau No. 6-6A-6B
Medan 20238
Telp. : +6261 6620616/617
Fax. : +6261 6620605
E-mail : [email protected]

KR
PT. Kogelahar Riau

Jl. Soekarno Hatta No.37, Labuh Baru Barat, Kec.Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Riau 28291
Telp. : +62761 864570/571
Fax. : +62761 864573
E-mail : [email protected]

KG
PT. Kogelahar Borneo

Jl. Teuku Umar, Komplek Pontianak Mall Blok C No. 43-44
Pontianak 78122
Telp. : +62 561 574948
Fax. : +62 561 574947
E-mail : [email protected]

Message Us on WhatsApp